Karya Sastra bertema Kematian

KEMATIAN


Merupakan penghentian permanen dan tidak dapat dikembalikan dari semua fungsi biologis yang menopang makhluk hidup. Kematian otak kadang-kadang digunakan sebagai definisi hukum kematian. Sisa-sisa makhluk hidup yang sebelumnya hidup biasanya mulai membusuk segera setelah kematian. Terdapat banyak sastrawan atau seniman yang membuat sebuah karya bertemakan kematian, salah satu dari banyaknya sastrawan yang akan saya tampilkan karyanya adalah Kahlil Gibran.



Kahlil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat. Salah satu karyanya yang sangat tenar adalah sebuah buku yang berjudul The Prophet. Berikut ini adalah salah satu puisi karyanya.


Kematian 

oleh Kahlil Gibran


Biarkan aku terbaring dalam lelapku,

karena jiwa ini telah dirasuki cinta,

dan biarkan daku istirahat,

karena batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,

dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.

Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,

dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.

Biarku istirahat di ranjang ini,

karena kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;

Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;

Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.

Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,

karena makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.

Hapuslah air matamu, saudaraku,

dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bungan menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

Lihatlah kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;

Tahan nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.

Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.

Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.

Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;

Biarkanlah masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;

Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,

dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku.


Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kematian

http://tahabbantaura.blogspot.com/2012/03/kumpulan-puisi-kematian.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karya Sastra bertema Keyakinan

MANUSIA DAN HARAPAN

REVIEW APLIKASI INSTAGRAM